Teori Finansial dari Robert Toru Kiyosaki (2)

Chapter 2
Mereka tidak ingin kehilangan rumah yang besar, mobil yang mewah, kehidupan kelas atas yang telah dibeli dengan uang. Mereka mengkhawatirkan apa yang akan dikatakan oleh teman-teman jika mereka kehilangan semua uang mereka dan jatuh miskin. Banyak yang secara emosional sangat merana, sedih, dan neurotis, meskipun mereka kelihatan kaya dan mempunyai uang lebih.

Kebodohan atau ketidaktahuan tentang uang itulah yang menyebabkan begitu banyak ketamakan dan ketakutan. Sebagai contoh, Seorang dokter,karena menginginkan uang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan lebih baik, menaikkan tarifnya. Dengan menaikkan tarifnya, itu membuat biaya perawatan kesehatan menjadi lebih mahal bagi setiap orang. Hal itu paling menyakiti orang miskin, maka orang miskin kesehatannya lebih buruk daripada mereka yang punya uang. Karena para dokter menaikkan tarif mereka, pengacara pun menaikkan tarif mereka. Karena tarif pengacara naik, guru sekolah pun menginginkan kenaikan, yang akhirnya menaikkan pajak kita, dan seterusnya dan seterusnya. Segera setelah itu, akan ada jurang yang mengerikan antara yang kaya dan yang miskin sehingga kekacauan pun pecah dan peradaban besar lainnya akan runtuh. Peradaban besar runtuh ketika jurang antara yang punya dan yang tidak punya atau yang kaya dan yang miskin sudah terlalu besar.

Harga-harga tidak diandaikan naik di dalam suatu masyarakat terdidik dengan pemerintah yang berjalan baik. Harga seharusnya turun. Tentu saja, itu sering kali hanya benar dalam teori. Harga-harga naik karena ketamakan dan ketakutan yang disebabkan oleh kebodohan. Jika sekolah mengajar orang tentang uang, akan ada uang yang lebih banyak dan harga yang lebih rendah, tetapi sayangnya sekolah hanya berfokus pada mengajar orang untuk bekerja demi uang, bukan bagaimana memanfaatkan kekuatan uang.

Kita memang mempunyai sekolah bisnis. Tetapi terlalu sering, sekolah bisnis melatih karyawan-karyawan yang merupakan juru hitung berotak udang yang canggih. Surga melarang juru hitung berotak udang mengambil alih bisnis. Yang mereka lakukan adalah melihat jumlah, memecat orang dan mematikan bisnis. Yang mereka pikirkan hanya mengurangi biaya dan menaikkan harga, yang menyebabkan lebih banyak masalah.

Berani memasuki ketakutan kita dan menghadapi ketamakan, kelemahan, dan kemelaratan kita adalah jalan keluar. Dan jalan keluar itu adalah melalui pikiran, dengan memilih pikiran-pikiran kita. Maksudnya, memilih apa yang kita pikirkan daripada bereaksi menurut emosi kita. Jangan cuma bangun dan pergi bekerja untuk memecahkan masalah kalian, hanya karena merasa takut kalau-kalau tidak mempunyai uang untuk membayar rekening/utang. Berpikir jelas membutuhkan waktu untuk mengajukan sebuah pertanyaan pada diri kalian sendiri. Sebuah pertanyaan seperti, ‘Apakah bekerja lebih keras merupakan solusi terbaik untuk masalah ini?’ kebanyakan orang begitu takut untuk mengatakan kebenaran pada diri mereka sendiri bahwa mereka dikuasai ketakutan, sehingga mereka tidak dapat berpikir, apalagi keluar dari masalah mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: