Teori Finansial dari Robert Toru Kiyosaki (6)

Chapter 6
Kelas menengah mendapati dirinya terus-menerus bergumul secara finansial. Pemasukan utama mereka adalah lewat upah/gaji, dan ketika upah mereka naik, begitu pula pajak mereka. Pengeluaran mereka cenderung naik dengan kenaikan yang sama seperti naiknya gaji mereka; begitulah ungkapan “perlombaan tikus”. Mereka memperlakukan rumah mereka sebagai aset utama mereka, bukannya menginvestasikan dalam aset yang menghasilkan pemasukan. Pola memperlakukan rumah anda seperti sebuah investasi dan filosofi bahwa kenaikan upah berarti anda dapat membeli rumah yang lebih besar atau membelanjakan uang lebih banyak adalah pondasi masyarakat zaman ini yang dililit utang. Proses pembelanjaan yang bertambah ini menjerumuskan banyak keluarga ke dalam utang yang lebih besar dan ke dalam ketidakpastian finansial yang lebih besar pula, sekalipun mereka mungkin meningkat dalam pekerjaan mereka dan menerima kenaikan upah secara teratur. Kehidupan yang berisiko tinggi ini disebabkan oleh lemahnya pendidikan finansial. Aturan yang paling penting adalah mengetahui perbedaan antara aset dan liabilitas. Setelah anda memahami perbedaan itu, pusatkanlah segala usaha anda hanya untuk membeli aset yang menghasilkan pemasukan. Berfokuslah untuk menjaga liabilitas dan pengeluaran akan turun. Dan segera, dasar aset akan menjadi sangat dalam sehingga anda mampu melihat investasi lain yang lebih spekulatif. Investasi yang bisa memberikan hasil 100% sampai tak terbatas. Investasi yang US $5,000 segera berubah menjadi US$1 Juta atau lebih. Investasi yang oleh kelas menengah disebut “terlalu riskan”. Investasi tidaklah riskan atau berbahaya. Kurangnya kecerdasan finansial yang sederhana, mulai dari melek finansial, itulah yang menyebabkan individu merasa hal itu “terlalu riskan”. Sebagai seorang karyawan yang juga seorang pemilik rumah, usaha kerja anda biasanya adalah seperti berikut:

1. Anda bekerja untuk orang lain. Kebanyakan orang, yang bekerja untuk mendapatkan upah, membuat si pemilik atau si pemegang saham menjadi kaya. Usaha dan keberhasilan anda akan membantu memberikan keberhasilan dan pensiun (dini) bagi si pemilik.

2. Anda bekerja untuk pemerintah. Pemerintah mengambil bagiannya dari upah anda, bahkan sebelum anda melihatnya, lewat pemotongan pajak penghasilan. Dengan bekerja lebih keras, anda hanya akan menaikkan jumlah pajak yang diambil oleh pemerintah, kalau dihitung-hitung orang bekerja dari Januari sampai Mei hanya untuk pemerintah.

3. Anda bekerja untuk bank. Setelah pajak, pengeluaran terbesar anda berikutnya biasanya adalah hipotek/cicilan kredit rumah dan kartu kredit anda.

Yang jadi masalah dengan bekerja lebih keras saja adalah bahwa masing-masing dari ketiga level itu mengambil bagian yang lebih besar dari usaha anda yang meningkat. Anda perlu belajar bagaimana agar peningkatan usaha anda itu langsung menguntungkan anda dan keluarga anda. Setelah anda memutuskan untuk berkonsentrasi pada mengurus bisnis anda sendiri, bagaimana anda menetapkan tujuan-tujuan anda? Bagi kebanyakan orang, mereka harus menjaga profesi mereka dan bersandar pada upah mereka untuk mendanai pembelian aset mereka. Ketika aset mereka berkembang, bagaimana mereka mengukur tingkat kesuksesan mereka? Kapankah seseorang menyadari bahwa mereka kaya, bahwa mereka makmur? Setelah mempunyai definisi tersendiri untuk aset dan liabilitas, Robert juga mempunyai definisi sendiri untuk kekayaan. Robert meminjamnya dari seorang bernama Buckminster Fuller. Sebagian memanggilnya dukun, dan yang lain memanggilnya manusia jenius yang hidup. Bertahun-tahun yang lalu dia menjadi bahan pembicaraan semua arsitek karena dia mengajukan permohonan hak paten untuk kubah geodesik pada tahun 1961. Dalam permohonan itu, Fuller juga mengatakan sesuatu tentang kekayaan. Pertama-tama memang sangat membingungkan, tetapi setelah membacanya beberapa saat, hal itu mulai masuk akal: Kekayaan atau kemakmuran adalah kemampuan seseorang untuk hidup terus melewati begitu banyak hari di depan. . . atau jika saya berhenti bekerja hari ini, berapa lama saya dapat bertahan hidup?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: