Teori Finansial dari Robert Toru Kiyosaki (7)

Chapter 7
Kekayaan adalah besarnya arus kas di kolom aset dibandingkan dengan kolom pengeluaran. Kita lihat dengan sebuah contoh. Misalkan saja besarnya arus kas di kolom aset saya US$1,000 sebulan. Dan saya mempunyai pengeluaran bulanan US$2,000. Apa kekayaan saya?
Mari kita kembali kepada definisi Buckminster Fuller. Dengan menggunakan definisinya, saya dapat bertahan hidup berapa hari ke depan? Kita asumsikan satu bulan itu 30 hari. Dengan definisi itu, saya mempunyai cukup arus kas untuk setengah bulan (15 hari). Kalau saya menerima US$2,200 arus kas sebulan dari aset saya, maka saya akan berkecukupan. Jadi, saya belum kaya, tetapi saya berkecukupan. Sekarang saya mempunyai lebih banyak penghasilan yang berasal dari aset setiap bulan dibandingkan dengan pengeluaran bulanan saya. Jika saya ingin menaikkan pengeluaran saya, pertama-tama saya harus meningkatkan arus kas saya dari aset untuk mempertahankan tingkat kecukupan ini. Perhatikanlah bahwa pada poin inilah saya tidak lagi tergantung pada upah saya. Saya telah berfokus pada dan berhasil dalam membangun kolom aset yang membuat saya mandiri secara finansial. Jika saya meninggalkan pekerjaan saya hari ini juga, saya akan mampu menutup semua pengeluaran bulanan saya dengan arus kas dari aset saya. Tujuan saya berikutnya adalah menginvestasikan kembali kelebihan arus kas dari aset saya ke dalam kolom aset. Semakin banyak uang yang masuk ke dalam kolom aset, semakin tumbuhlah kolom aset saya. Semakin aset saya tumbuh, semakin besar pula arus kas saya. Dan sejauh saya menjaga pengeluaran saya lebih kecil daripada arus kas dari aset itu, saya akan tumbuh lebih kaya, dengan penghasilan yang semakin banyak dari sumber-sumber lain ketimbang kerja fisik saya. Ketika proses investasi kembali ini terus berlanjut, saya aman di jalan saya untuk menjadi kaya.

“Uruslah bisnis anda sendiri”, inilah yang dikatakan Robert di dalam bukunya “Rich Dad, Poor Dad”. Fokus sistem pendidikan kita sekarang adalah menyiapkan anak-anak muda untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dengan mengembangkan keterampilan skolastik (pelajaran). Hidup mereka akan berputar di sekitar upah mereka, atau seperti yang telah diuraikan, kolom pemasukan mereka. Dan setelah mengembangkan keterampilan skolastik, mereka melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi untuk meningkatkan kemampuan profesional mereka. Mereka belajar untuk menjadi insinyur, ilmuwan, koki, polisi, artis, penulis, dan seterusnya. Keterampilan profesional itu mengizinkan mereka untuk memasuki pasar tenaga kerja dan bekerja untuk uang.
Ada perbedaan besar antara profesi anda dan bisnis anda. Robert kerap bertanya pada orang, “Apa bisnis anda?” Dan mereka akan mengatakan, “Oh, saya seorang bankir.” Kemudian, Robert bertanya pada mereka apakah mereka memiliki bank itu? Dan biasanya mereka menjawab, “Tidak, saya bekerja di sana.”
Dalam hal ini, mereka telah merancukan profesi mereka dengan bisnis mereka. Profesi mereka mungkin seorang bankir, tetapi mereka masih memerlukan bisnis mereka sendiri.

Yang jadi masalah dengan sekolah adalah bahwa anda sering kali menjadi apa yang anda pelajari. Jadi, jika anda, misalnya, belajar memasak, anda menjadi koki. Jika anda belajar hukum, anda menjadi pengacara, dan jika anda belajar mesin mobil, anda menjadi montir. Kesalahan dalam menjadi apa yang anda pelajari adalah bahwa terlalu banyak orang lupa untuk mengurus atau memikirkan bisnis mereka sendiri. Mereka menghabiskan hidup mereka untuk mengurusi/menjalankan bisnis orang lain dan membuat orang lain itu kaya.
Agar aman dan terjamin secara finansial, orang harus mengurus bisnis mereka sendiri. Bisnis anda berputar di sekitar kolom aset anda, yang berlawanan dengan kolom pemasukan anda. Seperti telah diutarakan di depan, aturan No. 1 adalah mengetahui perbedaan antara aset dan liabilitas, dan membeli aset. Orang kaya berfokus pada kolom aset mereka sementara orang lain berfokus pada laporan rugi-laba mereka.
Itu sebabnya kita kerap mendengar: “Saya butuh kenaikan gaji.” “Seandainya saya dipromosikan.” “Saya akan meneruskan sekolah untuk mendapatkan pelatihan lebih banyak sehingga saya bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.” “Saya akan bekerja lembur.” “Mungkin saya bisa mendapatkan pekerjaan tambahan.” “Dua minggu lagi saya keluar. Saya mendapatkan pekerjaan yang gajinya lebih besar.”
Dalam beberapa hal, gagasan ini memang masuk akal. Namun, anda masih belum memikirkan bisnis anda sendiri. Semua gagasan itu berfokus pada kolom pemasukan dan hanya akan membantu seseorang menjadi lebih aman dan terjamin secara finansial jika uang tambahan digunakan untuk membeli aset yang menghasilkan-pemasukan.

Dalam dunia Robert, aset riil terbagi dalam beberapa kategori yang berbeda:
1. Bisnis yang tidak menuntut kehadirannya. Dia memilikinya, tetapi usaha itu dikelola atau dijalankan oleh orang lain. Jika dia harus bekerja di sana, itu bukanlah bisnis. Itu menjadi pekerjaannya.
2. Saham.
3. Surat obligasi.
4. Reksa Dana.
5. Real estat yang menghasilkan pemasukan.
6. Surat Utang.
7. Royalti dari properti intelektual seperti musik, karya tulis, hak paten.
8. Dan segala sesuatu yang mempunyai nilai, menghasilkan pemasukan, dan mempunyai pasar yang siap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: