Teori Finansial dari Robert Toru Kiyosaki (8)

Chapter 8
Ketika Robert mengatakan uruslah dan jalankanlah bisnis anda sendiri, yang dia maksudkan adalah membangun dan menjaga kolom aset anda agar tetap kokoh. Sekali dolar (rupiah) masuk ke dalamnya, jangan biarkan ia keluar. Pikirkanlah demikian, “Begitu dolar masuk ke dalam kolom aset saya, ia menjadi karyawan saya.” Hal terbaik soal uang adalah bahwa ia bekerja 24 jam sehari dan dapat bekerja untuk beberapa generasi. Teruskanlah pekerjaan harian anda, jadilah karyawan yang bekerja keras dan bagus, tetapi teruslah membangun kolom aset itu.

Ketika arus kas anda tumbuh, anda dapat membeli beberapa barang mewah. Perbedaan penting adalah bahwa orang kaya membeli barang mewah belakangan (bukan prioritas utama), sementara orang miskin dan kelas menengah cenderung membeli barang mewah lebih dulu(prioritas pertama). Orang miskin dan kelas menengah sering kali membeli barang mewah seperti rumah besar, berlian, pakaian dari bulu binatang, perhiasan, atau kapal pesiar karena mereka ingin kelihatan kaya. Mereka kelihatan kaya, tetapi dalam kenyataannya mereka hanya semakin terperosok dalam utang dengan kredit. Orang yang berlimpah uang, orang kaya jangka-panjang, membangun kolom aset mereka lebih dulu. Kemudian, pemasukan yang dihasilkan dari kolom aset dipakai untuk membeli barang mewah. Orang miskin dan kelas menengah membeli barang mewah lebih dulu dengan keringat dan darah mereka sendiri dan dengan warisan anak-anak mereka.

Kemewahan sejati adalah hadiah atau ganjaran karena berinvestasi dalam dan mengembangkan aset riil. Sebagai contoh, ketika Robert dan istrinya mempunyai uang ekstra dari apartemen yang mereka sewakan, dia berpergian dan membeli mobil Mercedes. Hal ini tidak membutuhkan kerja ekstra atau risiko karena apartemen itulah yang membelikan mobil tersebut. Akan tetapi, dia harus menunggu hal itu selama empat tahun untuk pertumbuhan investasi portofolio real estat itu dan akhirnya mulai mengeluarkan cukup arus kas ekstra untuk membeli mobil tersebut. Tetapi barang mewah itu, mobil Mercedes adalah hadiah yang riil karena istrinya telah membuktikan bahwa dia tahu bagaimana menumbuhkan kolom asetnya. Sekarang mobil itu lebih berarti baginya ketimbang mobil bagus lainnya. Artinya, dia menggunakan intelegensi finansialnya untuk mendapatkan mobil itu.

Apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang adalah dengan penuh nafsu mereka pergi dan membeli sebuah mobil baru, atau barang mewah lainnya, dengan cara kredit. Mereka bisa merasa bosan dan hanya menginginkan mainan baru. Membeli barang mewah dengan kartu kredit sering kali menyebabkan seseorang cepat atau lambat membenci barang mewah itu karena utang barang mewah itu menjadi beban finansial yang tidak ringan.

Dalam buku Rich Dad, Poor Dad mengenai Sejarah Pajak dan Kekuatan Korporasi, Robert menjelaskan bahwa pajak berawal dari kisah Robin Hood. Orang-orang mengira itu adalah cerita seorang pahlawan yang romantis, yang merampok dari orang kaya dan memberikannya pada orang miskin. Ayah Robert yang kaya tidak melihat Robin Hood sebagai seorang pahlawan. Dia menyebut Robin Hood seorang bandit atau bajingan. Robin Hood mungkin sudah lama tiada, tetapi para pengikutnya hidup terus. Betapa sering kita mendengar orang mengatakan, “Mengapa orang kaya tidak membayarnya?” Atau “Orang kaya harus membayar pajak lebih banyak dan memberikannya kepada orang miskin.”

Gagasan Robin Hood, mengambil dari orang kaya untuk memberi kepada orang miskin inilah yang telah menjadi hal paling menyakitkan bagi orang miskin dan kelas menengah. Alasan kelas menengah dikenai pajak yang sangat berat adalah karena cita-cita Robin Hood. Kenyataan riilnya adalah bahwa orang kaya tidak dikenai pajak. Kelas menengahlah yang membayar orang miskin, terutama kelas menengah berpendidikan yang penghasilannya lebih tinggi.
Ayah Robert yang kaya menjelaskan bahwa pada mulanya di Inggris dan Amerika tidak ada pajak. Terkadang pajak-pajak temporer yang dipungut untuk membayar perang. Raja atau presiden akan berpidato dan meminta setiap orang untuk “ikut me-nyumbang”. Pajak dipungut di Inggris karena pertempuran melawan Napoleon dari tahun 1799 sampai 1816, dan di Amerika pajak di-pungut untuk membayar Civil War yang berlangsung dari tahun 1861 sampai 1865.

Pada 1874, Inggris menjadikan pajak penghasilan sebagai sebuah retribusi permanen bagi warga negaranya. Pada 1913, pajak penghasilan menjadi permanen di Amerika Serikat dengan penerapan Amandemen ke-16 untuk Undang-undang. Suatu kali, orang Amerika anti-pajak. Ini akibat pajak berlebihan atas teh yang mengarah pada Tea Party yang terkenal di Boston Harbor, sebuah insiden yang turut menyulut perang Revolusioner. Dibutuhkan waktu sekitar 50 tahun baik di Inggris maupun di Amerika Serikat untuk menjual gagasan pajak penghasilan yang dipungut secara teratur.

Apa yang tidak diungkapkan oleh tanggal-tanggal historis itu adalah bahwa kedua pajak itu pada mulanya hanya dipungut bagi orang kaya. Gagasan tentang pajak dibuat populer, dan diterima oleh mayoritas, dengan memberi tahu orang miskin dan kelas menengah bahwa pajak diciptakan untuk menghukum orang kaya. Beginilah cara massa memungut suara untuk hukum (pajak), dan hukum itu menjadi sah secara konstitusional. Meskipun pajak itu dimaksudkan untuk menghukum orang kaya, dalam kenyataannya pajak malah menghukum kebanyakan orang yang turut memberi suaru untuk itu, yakni orang miskin dan kelas menengah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: