Teori Finansial dari Robert Toru Kiyosaki (10)

Chapter 10
Bagaimana orang kaya menciptakan uang?
Bacalah kisah Robert berikut ini.

Pada 1989, dia biasa berjogging melewati linkungan yang indah di Portland, Oregon. Ini adalah daerah pinggiran dengan rumah-rumah gingerbread (rumah yang memiliki ornamen yang indah dan mencolok). Rumah-rumah yang kecil dan mungil. Ada banyak tanda “for sale” (“dijual”) di mana-mana. Pasar kayu mengerikan, pasar saham baru saja rontok, dan perekonomian sangat lesu. Pada sebuah jalan, dia memperhatikan tanda for sale yang lebih mencolok dibandingkan dengan kebanyakan. Kelihatannya kuno. Suatu hari saat berjogging melewatinya, dia berlari menghampiri si pemilik, yang kelihatannya bermasalah.
“Apa yang anda minta untuk rumah anda?” tanya dia.
Si pemilik berbalik dan tersenyum kecil. “Beri saya tawaran,” katanya. “Rumah ini sudah ditawarkan selama setahun. Tapi tak seorang pun datang untuk melihatnya.”
“Saya mau melihatnya,” kata Robert, dan dia membeli rumah itu setengah jam kemudian dengan harga US$20,000 lebih murah daripada harga yang dia minta.
Ini adalah rumah kecil mungil dengan dua kamar tidur, dengan hiasan gingerbread di sepanjang jendelanya. Warnanya biru muda dengan aksen abu-abu dan dibangun tahun 1930. Di dalamnya ada tungku api dari batu karang yang indah, dan juga dua kamar tidur kecil. Ini adalah rumah kontrakan yang sempurna.
Robert memberi si pemilik uang muka US$5,000 dari total US$45,000 untuk rumah yang sesungguhnya berharga US$65,000. Si pemilik pindah dalam waktu seminggu, dia senang karena bisa bebas, dan penyewa pertama Robert pun segera menempati rumah itu, seorang profesor setempat. Setelah hipotek, berbagai pengeluaran, dan management fee dibayar, dia menaruh kurang dari US$40 di sakunya pada akhir setiap bulan. Sangat menyenangkan.
Setahun kemudian, pasar real estat Oregon yang lesu mulai bergairah. Para investor California, karena kebanjiran uang dari pasar real estat mereka yang masih booming, menuju ke utara dan membeli real estat di Oregon dan Washington.
Robert menjual rumah kecil itu seharga US$95,000 kepada seorang pasangan muda dari California yang mengira ini adalah harga yang murah sekali. Laba atas penjualan aktiva tetap yang mendekati US$40,000 itu dimasukkan ke dalam transaksi dengan pajak yang ditangguhkan, dan dia pergi mencari suatu tempat untuk menanamkan uangnya. Sekitar satu bulan, dia menemukan sebuah rumah apartemen 12 unit persis di samping pabrik Intel di Beaverton, Oregon. Si pemilik tinggal di Jerman, dan tidak tahu berapa nilai tempat itu. Pokoknya dia hanya ingin rumahnya cepat terjual. Robert memberikan tawaran US$275,000 Untuk bangunan seharga US$450,000 itu. Mereka sepakat dengan harga US$300,000. Robert membelinya dan menahannya selama dua tahun. Dengan menggunakan proses transaksi yang sama, dia menjual bangunan itu seharga US$495,000 dan membeli sebuah bangunan apartemen 30 unit di Phoenix, Arizona. Dia pun pindah ke Phoenix, dan bagaimanapun dia perlu menjual. Seperti pasar Oregon sebelumnya, pasar real estat di Phoenix sedang lesu. Harga bangunan apartemen 30 unit di Phoenix adalah US$875,000, dengan uang muka US$225,000. Arus kas dari 30 unit adalah US$5,000 lebih sedikit setiap bulannya. Pasar Arizona mulai bangkit dan, pada 1996, seorang investor Colorado menawari Robert US$1,2 Juta untuk properti itu. Robert dan istrinya memutuskan untuk menjual, tetapi mereka memutuskan menunggu untuk melihat apakah undang-undang laba atas penjualan aktiva tetap akan diubah oleh Kongres. Jika tidak berubah, mereka menduga properti akan kembali naik 15 sampai 20 persen. Di samping itu, US$5,000 per bulan memberi arus kas yang lumayan.

Poin contoh ini adalah bagaimana jumlah yang kecil dapat tumbuh menjadi jumlah yang besar. Ini bukanlah judi jika anda tahu apa yang sedang anda lakukan. Ini menjadi judi jika anda hanya melemparkan uang anda ke dalam sebuah transaksi dan berdoa menunggu mukjizat. Gagasan intinya adalah menggunakan pengetahuan teknis, kebijaksanaan, dan kesenangan akan permainan itu untuk memangkas rintangan, mengecilkan resiko. Jadi, apa yang berisiko bagi seseorang belum tentu atau kurang berisiko bagi orang lain. Itulah alasan utama Robert terus-menerus mendorong orang untuk berinvestasi lebih banyak dalam pendidikan finansial mereka ketimbang dalam saham, real estat, atau pasar-pasar lainnya. Semakin pandai anda, semakin baik peluang yang anda miliki untuk mengalahkan rintangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: