Teori Finansial dari Robert Toru Kiyosaki (11)

Chapter 11
Setelah orang belajar dan menjadi melek secara finansial, mereka masih menghadapi hambatan-hambatan untuk menjadi mandiri secara finansial. Ada 5 alasan utama mengapa orang yang melek secara finansial tidak bisa mengembangkan kolom aset yang berlimpah-limpah. Kolom aset yang bisa menghasilkan jumlah arus kas yang besar. Kolom aset yang bisa membebaskan mereka untuk menjalani hidup yang mereka impikan, daripada bekerja seharian hanya untuk membayar tagihan.
Lima alasan utama itu adalah:

1. Ketakutan.
Mengatasi rasa takut kehilangan. “Saya tidak pernah menemui seseorang yang sungguh-sungguh senang kehilangan uang. Dan sepanjang hidup saya, saya tidak pernah bertemu orang kaya yang tidak pernah kehilangan uang. Tetapi saya bertemu banyak orang miskin yang tidak pernah kehilangan seperak pun. . . yakni, untuk berinvestasi,” kata Robert. Ketakutan kehilangan uang adalah riil. Setiap orang punya rasa takut itu. Bahkan orang kaya pun takut. Tetapi bukan ketakutan itu masalahnya. Masalahnya adalah bagaimana anda menangani atau mengatasi ketakutan itu. Itu berlaku untuk segala hal dalam hidup ini, bukan hanya uang. Perbedaan utama antara orang kaya dan orang miskin adalah cara mereka mengatasi ketakutan itu. Punya rasa takut itu boleh-boleh saja. Boleh-boleh saja bersikap pengecut bila menyangkut soal uang. Anda masih dapat menjadi kaya. Kita semua adalah pahlawan di satu bidang dan pengecut di bidang lain. “Istri teman saya adalah perawat di ruang gawat darurat. Ketika dia melihat darah, dia langsung bertindak. Ketika saya menyebut soal investasi, dia lari. Ketika saya melihat darah, saya tidak lari. Saya langsung pingsan,” kata Robert. Maka solusinya terhadap fobi kehilangan uang adalah sajak kecil ini: “Jika kamu membenci risiko dan karenanya merasa cemas. . . mulailah dari dini.”

Tetapi bagaimana jika anda tidak mempunyai banyak waktu yang tersisa atau ingin pensiun dini? Bagaimana anda mengatasi rasa takut kehilangan uang? Ayah Robert yang kaya merekomendasikan agar dia berpikir seperti orang Texas. “Apa yang paling saya sukai adalah sikap Texas. Mereka bangga ketika mereka menang, dan mereka membual ketika kalah. Orang Texas punya pepatah, “Jika anda akan bangkrut, jangan tanggung-tanggung,” kata ayah Robert yang kaya. Pepatah lain di Texas adalah, “Setiap orang ingin pergi ke Surga, tapi tak seorang pun mau mati.” Kebanyakan orang bermimpi menjadi kaya, tetapi sangat takut kehilangan uang. Jadi mereka tidak pernah pergi ke Surga. Menyusun kolom aset itu sebenarnya hal mudah. Ini adalah permainan yang tidak menuntut kecerdasan tinggi. Ini tidak membutuhkan banyak pendidikan. Matematika kelas lima pun sudah cukup. Tetapi menyusun kolom aset adalah permainan dengan sikap atau pendirian yang tinggi. Ini membutuhkan keberanian, kesabaran, dan sikap yang baik terhadap kegagalan. Para pencundang menghindari kegagalan. Padahal kegagalan mengubah pecundang menjadi pemenang.

2. Sinisme
Mengatasi sinisme. Kita semua mempunyai kekhawatiran, “Saya tidak pandai.” “Saya tidak cukup bagus.” “Dia dan dia jauh lebih baik daripada saya.” Atau kekhawatiran kita sering kali melumpuhkan kita. Kita memainkan permainan “Bagaimana jika?” “Bagaimana jika perekonomian hancur persis setelah saya berinvestasi?” Atau “Bagaimana jika saya kehilangan kontrol dan saya tidak dapat mengembalikan uang itu?” “Bagaimana jika segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang saya rencanakan?” Atau kita mempunyai teman atau orang tercinta yang akan mengingatkan kita akan kekurangan kita, tidak peduli apakah kita bertanya atau tidak. Mereka kerap mengatakan, “Apa yang membuatmu berpikir kamu dapat melakukan hal itu?” Atau “Jika itu gagasan yang sangat bagus, mengapa orang lain tidak melakukannya?” Atau “Itu tidak akan berhasil. Kamu tidak tahu apa yang kamu bicarakan.” Kata-kata keraguan itu sering kali begitu berpengaruh sehingga kita akhirnya tidak berbuat apa pun. Suatu perasaan yang mengerikan terbentuk dalam perut kita. Terkadang kita tidak dapat tidur. Kita gagal untuk melangkah maju. Maka kita tetap dengan apa yang aman dan peluang-peluang pun berlalu melewati kita. Kita melihat kehidupan kita berlalu ketika kita duduk tak bergerak dengan otot-otot tubuh yang lumpuh. Kita semua mempunyai perasaan seperti itu suatu waktu dalam hidup kita, sebagian lebih besar daripada yang lain. Keraguan dan sikap sinis itulah yang membuat kebanyakan orang tetap miskin dan bermain dengan aman. Dunia riil menanti anda untuk menjadi kaya. Hanya keraguan itulah yang membuat orang tetap miskin. Keluar dari perlombaan tikus itu secara teknis mudah. Ini tidak membutuhkan banyak pendidikan, tetapi keraguanlah yang melumpuhkan banyak orang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: