Teori Finansial dari Robert Toru Kiyosaki (9)

Chapter 9
“Setelah pemerintah mencicipi rasanya uang, nafsunya pun bertambah besar,” kata ayah Robert yang kaya. “Ayahmu dan saya sungguh sangat bertentangan. Dia adalah birokrat pemerintah, dan saya adalah seorang kapitalis. Kami mendapat bayaran, dan keberhasilan kami diukur berdasarkan perilaku yang berlawanan. Dia mendapat bayaran untuk membelanjakan uang dan menggaji orang. Semakin banyak yang dia belanjakan dan semakin banyak orang yang dia gaji, perusahaannya pun menjadi semakin besar. Dalam pemerintahan, semakin besar perusahaannya, semakin dia dihormati. Sebaliknya, dalam perusahaan saya, semakin sedikit orang yang saya gaji dan semakin sedikit uang yang saya belanjakan, saya semakin dihormati oleh para investor saya. Itu sebabnya saya tidak menyukai orang-orang pemerintahan. Mereka mempunyai tujuan yang berbeda dari kebanyakan orang bisnis. Ketika pemerintah tumbuh, pajak semakin dibutuhkan untuk mendukungnya.”

Bila anda belajar sejarah pajak, sebuah perspektif yang menarik muncul. Penerimaan pajak hanya mungkin karena massa percaya pada teori ekonomi Robin Hood, yakni mengambil dari orang kaya dan memberikannya pada orang lain. Masalahnya adalah bahwa nafsu pemerintah akan uang begitu besar sehingga pajak segera dibutuhkan untuk dipungut dari kelas menengah juga, dan dari sana pajak terus “menetes”.

Di sisi lain, orang kaya melihat sebuah peluang. Mereka tidak bermain dengan perangkat aturan yang sama. Orang kaya sudah tahu soal korporasi, yang menjadi populer pada zaman kapal layar. Orang kaya menciptakan korporasi sebagai alat untuk membatasi risiko mereka terhadap aset dari setiap pelayaran. Orang kaya menaruh uang mereka dalam korporasi yang membiayai perjalanan. Korporasi akan menggaji orang untuk berlayar ke Dunia Baru untuk mencari harta. Jika kapal hilang, awak kapal kehilangan hidup mereka, tetapi bagi orang kaya kehilangan itu hanyalah sebatas uang yang mereka investasikan untuk pelayaran khusus itu.

Pengetahuan akan kekuatan struktur legal korporasilah yang sungguh-sungguh memberi orang kaya keuntungan besar melampaui orang miskin dan kelas menengah. Tampak bahwa kaum sosialis akhirnya menghukum diri mereka sendiri, hanya karena mereka kurang pendidikan finansial. Tidak peduli apa pun yang diajukan oleh khalayak ramai yang “Mengambil dari orang kaya”, orang kaya selalu menemukan cara untuk mengakali mereka. Itu sebabnya kenapa pajak akhirnya juga dipungut dari kelas menengah. Orang kaya mengakali kaum intelektual, semata-mata karena mereka memahami kekuatan uang, subjek yang tidak diajarkan di sekolah.

Bagaimana orang kaya mengakali kaum intelektual? Setelah pajak yang “Mengambil dari orang kaya” disahkan, kas mulai mengalir ke dalam brankas pemerintah. Awalnya, rakyat senang. Uang telah dibagikan kepada karyawan pemerintah dan orang kaya. Uang itu jadi milik karyawan pemerintah dalam bentuk pekerjaan dan (uang) pensiunan. Uang itu menjadi milik orang kaya lewat pabrik-pabrik mereka yang menerima kontrak pemerintah. Pemerintah menjadi kolam uang raksasa, tetapi masalahnya terletak pada manajemen fiskal atas uang tersebut. Sama sekali tidak ada perputaran kembali (atas uang tersebut). Dengan kata lain, kebijakan pemerintah, jika anda adalah birokrat pemerintah, adalah menghindari uang yang berlebihan. Jika anda gagal mengeluarkan dana yang diberikan pada anda, anda berisiko untuk kehilangan dana itu dalam bujet berikutnya. Anda jelas tidak akan diakui karena bersikap efisien. Sebaliknya, orang bisnis diberi ganjaran atau hadiah bila mereka mempunyai kelebihan uang dan diakui karena efisiensi mereka.

Ketika siklus pengeluaran pemerintah yang bertumbuh ini terus berlanjut, tuntutan akan uang pun naik dan gagasan “Pajakilah orang kaya” sekarang diatur untuk memasukkan kelompok yang tingkat pemasukannya lebih rendah, artinya turun ke orang-orang yang memberi suara (untuk pemungutan pajak itu), yakni orang miskin dan kelas menengah.

IQ Finansial tersusun atas pengetahuan dari 4 bidang keahlian yang luas:
No. 1 adalah akuntansi. Inilah yang Robert sebut melek finansial. Keterampilan penting jika anda ingin membangun imperium bisnis. Semakin banyak uang yang menjadi tanggung jawab anda, semakin dibutuhkan keakuratan, atau rumah itu akan ambruk. Melek finansial adalah kemampuan untuk membaca dan memahami laporan finansial. Kemampuan mengizinkan anda untuk mengenali kekuatan dan kelemahan bisnis apa pun.
No. 2 adalah investasi. Inilah yang Robert sebut ilmu pengetahuan tentang uang yang menghasilkan uang. Ini mencakup strategi dan formula. Ini adalah otak bagian kanan, atau sisi kreatif.
No. 3 adalah mengerti pasar. Ilmu pengetahuan tentang penawaran dan permintaan.
No. 4 adalah hukum. Misalnya, memanfaatkan korporasi yang dibungkus dengan keterampilan teknis tentang akuntansi, investasi, dan pasar dapat membantu pertumbuhan yang luar biasa. Orang dengan pengetahuan tentang keuntungan dan perlindungan pajak disediakan oleh sebuah korporasi dapat menjadi kaya dengan jauh lebih cepat daripada orang yang cuma menjadi karyawan atau pemilik tunggal sebuah bisnis. Ini seperti perbedaan antara seseorang yang berjalan kaki dengan yang terbang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: